KEMATIAN YANG INDAH

Suatu waktu dalam forum yang ngak jelas.dimulai dari cerita sana sini ngalor ngidol ngak karuan, Sebuah pertanyaan kucoba ajukan.” Dari sekian banyak omongan kita ini ,aku kok jadi kepengen tanya sesuatu sama kalian semua”. Semua diam mencoba mendengar lebih lanjut. lalu aku menarik napas dan mencoba melanjutkan pertanyaanku. “pertanyaanku sederhana dan mohon dijawab dengan jujur, Apa tujuan hidup kalian ? ”
Seperti sepakat mereka spontan menjawab, “tak kirain mau tanya apa…’,dan akhirnya satu persatu bercerita tentang apa tujuan hidup mereka, Dari semua jawaban dapat aku simpulkan bahwa tujuan hidup mereka ngak jauh dari 3 ( tiga ) hal harta tahta dan wanita,……. jawaban umum yang sering aku dengar.lalu tiba tiba salah satu temanku bertanya balik padaku,”terus apa tujuan hidupmu Zhoel  ?”. spontan aku menjawab ” Mati “.
spontan forum menjadi riuh karena mentertawakan jawabanku.tapi kulihat temanku yang bertanya tadi terdiam dan merenung dalam atas jawabanku.dia menatapku<dalam menusuk relung hatiku.lalu kuliahat kedua tangannya diangkat sambil mengangkat jempol kanan dan kiri ditujukan kearahku.sontak teman teman terdiam melihat gkejadian itu dan bertanya, “kenaapa kau acungkan kedua jempolmu…? “.

Kebanyakan dari kita ngeri membicarakan tentang kematian. Jangankan membicarakan, membayangkannya saja kita tidak berani. Jawabannya adalah karena kita tidak siap menghadapi peristiwa setelah kematian. Padahal, siap tidak siap kita pasti akan menjalaninya. Siap tidak siap, kematian pasti akan datang menjemput. Daripada selalu berdalih tidak siap, lebih baik mulai dari sekarang kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.
Persiapan terbaik adalah dengan selalu mengingat mati. Yakinkan pada diri kita bahwa kematian adalah pintu menuju Allah. Kematian adalah jalan menuju tempat yang indah, yaitu surga. Dengan selalu mengingat mati, kita akan selalu berusaha agar setiap tindakan yang kita lakukan merupakan langkah-langkah menuju surga yang penuh kenikmatan.
Hakekat kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan kembali menuju Allah. Dalam perjalanan yang singkat ini, ada yang kembali dengan selamat, namun ada yang tersesat di neraka. Kita terlalu disibukkan oleh dunia hingga merasa bahwa dunia inilah kehidupan yang sebenarnya. Kita seakan lupa bahwa hidup ini hanya sekedar mampir untuk mencari bekal pulang. Kemilaunya keindahan dunia membuat kita terlena untuk menapaki jalan pulang.
Rasulullah pernah berkata, orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati. Dengan kata lain, orang yang paling cerdas adalah orang yang mempunyai visi jauh ke depan. Dengan selalu mengingat visi atau tujuan hidupnya, ia akan selalu bergairah melangkah ke depan. Visi seorang muslim tidak hanya dibatasi oleh kehidupan di dunia ini saja, namun lebih dari itu, visinya jauh melintasi batas kehidupan di dunia. Visi seorang muslim adalah kembali dan berjumpa dengan Allah. Baginya, saat-saat kematian adalah saat-saat yang indah karena sebentar lagi akan berjumpa dengan sang kekasih yang selama ini dirindukan.
Terkadang kita takut mati karena kematian akan memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai. Orangtua, saudara, suami/istri, anak. Ini menandakan kita lebih mencintai mereka ketimbang Allah. Jika kita benar-benar cinta kepada Allah, maka kematian ibarat sebuah undangan mesra dari Allah.
Namun begitu, kita tidak boleh meminta untuk mati. Mati sia-sia dan tanpa alasan yang jelas justru akan menjauhkan kita dari Allah. Mati bunuh diri adalah wujud keputusasaan atas kasih sayang Allah. Ingin segera mati karena kesulitan dunia menandakan kita ingin lari dari kenyataan hidup. Mati yang baik adalah mati dalam usaha menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Mati dalam usaha mewujudkan cita-cita terbesar, yakni perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.
Akhirnya, orang yang selamat adalah orang yang menyadari bahwa semua harta dan kekuasaan adalah sarana untuk bisa kembali kepada Allah. Jasadnya mungkin bersimbah keluh berkuah keringat, banting tulang menundukkan dunia, namun hatinya tetap hanya terpaut pada sang kekasih, Allah SWT. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa kerja keras, berfikir cerdas, dan berhati ikhlas.

About putrawangsacorp

Putra Wang Corp
This entry was posted in CATATAN KECIL. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s